Alisya membuka matanya secara perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Setelah dia mendapatkan kesadarannya secara penuh, dia merasakan sesuatu yang ganjal. Dia dapat merasakan seseorang yang memeluk perutnya dengan erat, bahkan dia dapat merasakan hembusan nafas hangat yang membelai lehernya dengan lembut. Seketika kedua sudut bibir Alisya terangkat membentuk senyuman. Alisya merasa ini seperti sebuah mimpi.. Pagi ini terasa begitu berbeda dengan pagi pagi yang sudah di laluinya.. Alisya membalikkan badannya untuk melihat suami tampan super duper possessivenya itu. Wajah Alexcio saat dalam keadaan tidur seperti ini terlihat begitu tenang. Dengan jahil Alisya memencet hidung Alexcio dengan kedua jarinya, bahkan dia menepuk nepuk pipi Alexcio hingga dia dapat merasakan

