Bimbang

1309 Words

Tasya mendengar suara pintu di belakangnya menutup. Pasti ini ulah dari kekasihnya. Menarik napas dalam, ia siap menerima segala kemarahan dan tuduhan dari Revan. Setelah itu, ia benar-benar akan mengakhiri ini. Namun, tidak ia duga. Bukan sebuah kemarahan atau bentakan yang didapat, melainkan sebuah pelukan hangat yang melingkupi dirinya. Tasya sempat mematung, terkejut akan perbuatan Revan. Menoleh ke arah kiri di mana dagu sang tunangan bertumpu, ia bertanya dalam hati, "Ada apa Revan seperti ini?" Percayalah. Hal itu bukannya membuat Tasya lega, tetapi malah dirundung kegelisahan. Ia takut ada rencana lain di belakang sikap Revan yang seperti ini. "Kamu dari mana?" Suara serak Revan terdengar. Pria itu mengeratkan pelukan pada dirinya, tetapi masih sebatas wajar bukan menyakiti. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD