Sesal

1087 Words

Mata cantik itu mulai mengerjap pelan. Perlahan terbuka kecil untuk menyesuaikan cahaya lampu temaram yang menerpa pandangan. Beberapa kali mengerjap untuk memastikan apa yang tertangkap penglihatan, dahinya mengernyit bingung kala berhasil menyadarkan diri seutuhnya. Interior dinding yang didominasi warna hitam menampakkan tempat asing yang mencoba diingat. Bergerak pelan, perasaannya menjadi campur aduk kala ia merasakan kulitnya menyentuh sebuah kain halus. Tidak ingin hanya menduga duga, ia mulai mengintip bawah selimut yang ia kenakan. Matanya membulat seketika saat mendapati tubuhnya tengah dalam keadaan telanjang bulat. Polos tanpa sehelai benang pun. Perempuan itu mulai mengedarkan pandangannya, iris hazzle kembali membulat semakin lebar kala ia mendapati sesosok tubuh kekar yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD