PLAKK Satu tamparan mendarat sempurna pada pipi Tasya, membuat wajahnya terlempar ke arah samping. Kulit putih itu berubah warna, merah merona bukan karena tersipu, melainkan karena tamparan yang membentuk lima jari. Sosok lemah yang ia punya hanya bisa menangisi apa yang baru saja diterima. Tidak mampu melawan akan sosok kekar di hadapannya yang tengah memandang dirinya penuh amarah. "Apa yang kamu lakukan?" teriak pria dengan kaus hitam bertuliskan Fali itu dengan kemarahan. d**a bidang naik turun menandakan napas yang memburu. "Mau jadi apa kamu?" Tangan terangkat, menunjuk Tasya yang berada di hadapannya. Tasya kembali menatap pria yang berstatus tunangannya, memandang dengan kekecewaan dan mata memerah. Tangan kiri senantiasa memegang pipi yang baru saja mendapatkan ciuman panas

