Gelisah

1228 Words

“Tasya!" Suara riang nan keras itu menggema kala sang pemilik memasuki sebuah apartemen. Bertingkah seperti sang pemilik, ia melangkah pasti memasuki apartemen itu tanpa takut. Meneliti setiap sudut bangunan untuk mencari penghuni sebenarnya. Tiada ragu ia memasuki sebuah kamar kala dirinya tidak mendapati sosok yang dicari sedari tadi. Berharap seseorang itu memang berada di ruangan tersebut. Matanya melebar dan senyumnya merekah kala ia mendapati sosok yang sedari tadi ia cari tengah berdiri memunggunginya. Seperti tengah asyik memandangi hiruk pikuk suasana malam perkotaan dan bergelayut manja dengan pikirannya. "Hem. Sedang melamun ternyata," ucapnya sembari berkacak pinggang. "Hey!" Suara keras dan sebuah tepukan berhasil membuat sang sahabat tersadar dari lamunannya. "Zizi. Kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD