Ngidam

1243 Words

Di malam yang sunyi. Renata menatap bintang yang bertaburan di langit yang kelam. Kini, kamar milik Reyhan kembali ditempati olehnya. Ia menyesap cokelat panas yang sangat disukai olehnya. "Sayang,"panggil Reyhan. Ia pun melingkarkan tangannya di perut sang istri. "Ya,"sahut Renata. "Terimakasih!"ucap Reyhan berbisik. "Untuk apa?"tanya Renata. "Karena Kau masih berada disini bersamaku,"tutur Reyhan. "Ya, Mas. Asal tidak ada lagi kebohongan dan pengkhianatan diantara kita. Aku akan tetap bersamamu,"tutur Renata. Pria itu mengatur posisi Renata dan mereka saling berhadapan. Ia menatap lekat pada manik Renata. "Mahasiswiku yang membuatku sangat mencintaimu,"tuturnya. Ia mencubit gemas pipi Renata. "Ish, Mas. Aku udah lulus lah,"ucap Renata kesal. "Mas bersyukur karena Papa memilih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD