PART 1

1217 Words
AUTHOR ?? "Tidak Mas! Dia itu hanya w************n" tolak Laras, wajahnya memerah meluapkan segala emosi yang sudah ia tahan sejak kedatangan suaminya dengan wanita kecil itu. Laras tidak habis pikir bagaimana bisa suaminya pulang membawa wanita kecil yang saat ini sudah berada dirumahnya. "Laras aku mohon berlapang d**a lah untuk sekedar menerima Fiya." Bujuk Fahri. Fahri berusaha bersikap tenang menghadapi Laras yang tengah emosi, menghadapi kemarahan Laras bukanlah yang mudah namun Fahri yakin Ia bisa membujuk Laras. "Apa ada wanita di dunia ini yang rela dimadu Mas? Tidak ada apa lagi aku, aku juga sama tidak akan pernah rela membagi suami dengan bocah kecil itu. Kita baru satu tahun menikah Mas dan sekarang kau pulang dengan membawa bocah kecil itu, dimana otak mu Mas!" bentak Laras. Laras melempar semua pakaian dengan emosi yang sudah meluap hingga berserakan di lantai, perasaan nya kini sudah hancur akibat ulah suami yang pulang membawa hadiah istri muda. Fahri berusaha memberikan pengertian terhadap Laras wanita yang sangat Ia cintai agar mau menerima Fiya madunya. Namun, tetap saja nihil Laras sama sekali tidak mau menerima kehadiran Fiya. "Aku benci jalang cilik itu Mas!" tegas Laras. "Dan satu lagi Mas ceraikan dia atau aku yang akan menggugat cerai mu." Ancam Laras. Laras mencengkram kuat kedua lengan suaminya seakan ingin meluapkan segala amarahnya sebelum Laras keluar dari dalam kamar meninggalkan Fahri yang masih diam dengan segala pikirannya. Fahri menghembuskan nafasnya dengan kasar menatap nanar kearah pintu yang sudah tertutup. Fahri benar - benar bingung untuk menghadapi Laras. Bukan hanya Laras yang menolak kehadiran Fiya, keluarga besarnya pun sama menolak Fiya. Fahri tahu ini memang salah tapi apa boleh buat semua ini sudah terjadi ini adalah takdir yang membuatnya harus beristri dua. Andai saja malam itu Fahri tidak menggendong Fiya yang kakinya terkilir, pastilah warga tidak akan menghakimi mereka untuk di nikahkan paksa. Ini hanya kesalahpahaman tapi berujung pada kesalahan besar. Fahri duduk di sofa seraya mengusap wajahnya dengan kasar , berusaha untuk berpikir mencari solusi untuk masalahnya sendiri. Wajah Fahri mendongak menatap pintu kamarnya yang terbuka. "Jelaskan pada Bunda, Ri!" Fahri melihat Bundanya tengah berdiri di ambang pintu dan berjalan ikut duduk di sofa bersama Fahri anaknya. "Bunda." Fahri berkata lirih mencengkram pelan rambutnya. "Bunda yakin pasti ada jalan keluarnya." tangan Bunda terulur mengusap punggung Fahri. "Bagaimana Bun, Laras menolak dan Fiya bagaimana dengan dia." "Jelaskan pada Bunda. Bagaimana bisa kamu pulang membawa istri Muda." "Fahri akan menjelaskannya Bun." Fahri menghela napas lelah Ia mulai bercerita pada Bundanya mengenai awal pertemuannya dengan Fiya hingga mereka sampai menikah. Dua hari yang lalu...... Hari ini Fahri berniat untuk mengunjungi perkebunan nya sekaligus bertemu dengan Pak Narto pengurus vila yang biasa Ia tempati ketika mengunjungi perkebunan. Pak Narto dan Bu Darti sudah bekerja di villanya sejak tiga tahun yang lalu mereka mempunyai 2 orang anak perempuan Fiya dan Luna. Sore itu setibanya Fahri di vila ia segera memeriksa berkas laporan perkebunan selama beberapa bulan belakangan. Pak Narto dan Bu Darti sudah ijin akan memeriksa perkebunan di ujung desa dan akan mengirim anak pertamanya untuk memasak dan merapihkan vila milik Fahri. "Permisi Pak.... Saya Fiya anak nya Bu Darti." Fari mendongakkan wajahnya melihat seorang gadis muda memakai rok panjang dan baju lengan panjang. "Kau Fiya?" ujar Fahri memastikan. Fiya segera mengangguk, ini adalah kali pertamanya Fiya bertemu dengan Fahri majikan orang tuanya, pasalnya selama ini Fiya hanya sibuk sekolah sehingga ia sama sekali tak sempat untuk mengetahui wajah majikannya. "Segera lah memasak saya sudah lapar dan satu lagi bereskan vila ini saya tidak suka tempat ini berantakan." Perintah Fahri dengan suara dinginnya. Fiya segera melaksanakan tugas nya, dari memasak menyetrika hingga membersihkan seisi vila dari kamar sampai kamar mandi. Fari bangkit dari duduknya berniat untuk mengambil secangkir kopi ke dapur. Namun, belum sempat Fahri sampai dapur Fahri melihat Fiya duduk di samping pintu kamar mandi yang berada di dekat dapur, kedua kakinya terselonjor sementara tangan Fiya menapak pada tembok seakan menahan rasa sakit. Fahri segera menghampiri Fiya berjongkok di sebelah gadis itu "Kau kenapa?" tanya Fahri sedikit panik. "Kaki saya terkilir Pak, tadi tidak sengaja jatuh." Ujar Fiya seraya meringis kesakitan. Fahri yang melihat Fiya tak mampu berdiri akhirnya membopong gadis itu dan merebahkannya di atas ranjang. Fiya menjerit kecil ketika tangan Fahri memijit kakinya. "Maaf tapi ini harus di pijit Fiya jika tidak akan lebih parah." Ujar Fahri. Fiya Mengangguk pasrah merasakan pijitan majikan nya yang membuat kakinya mulai membaik. "Sudah lebih baik Pak terimakasih." Ucap Fiya tulus. Tok tok tok "Buka pintunya!" teriak seseorang di luar sana. Fahri melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Merasa heran karena dijam malam seperti ana ada seseorang yang datang mengunjungi Villanya. "Buka atau kami dobrak!" ancam salah seorang di luar sana, Fahri dan Fiya saling bersitatap merasakan ada alaram berbahaya yang menginstruksi mereka. Fahri mengerinyit bingung setelah melihat dari jendela ada beberapa orang yang tengah berdiri didepan villanya. Fahri segera keluar dari kamar meninggal kan Fiya yang kebetulan masih berada di dalam. "Ada apa ini Pak?" tanya Fahri bingung setelah membuka pintu depan. Fahri benar - benar bingung dengan kehadiran beberapa warga yang sudah berkumpul didepan Villanya. "Sudah bawa saja pasangan m***m ini!" Seru salah seorang warga yang terlihat emosi. Fahri yang masih bingung akhirnya mempersilahkan beberapa warga dan pak RT untuk masuk dan bicara baik-baik. Pak RT yang kebetulan ada dan beberapa warga masuk ke Villa Fahri, mereka semua duduk dengan tenang berusaha untuk menjelaskan permasalahannya. Menurut pengakuan dua orang warga yang secara diam-diam memperhatikan keberadaan Fiya di vila ini mereka sudah mengintainya sejak sore tadi. Warga semakin curiga melihat Fiya tidak kunjung keluar, akhirnya dua orang warga ini mengintip di balik jendela dan melihat Fahri tengah menggendong Fiya dan membawanya ke dalam kamar. Fahri langsung mengelak akan tuduhan ia melakukan zinah bersama Fiya begitupun juga Fiya yang sudah keluar dan ikut duduk bersama warga. Fiya juga sama mengelak bahkan gadis itu menunjukan luka memar dikakinya. Namun, sangat disayang kan warga sama sekali tak mempercayai mereka, warga memaksa Fahri dan Fiya untuk menikah. "Ini tidak adil Pak! Saya dan Fiya sama sekali tidak melakukan apapun. Ini Fitnah!" Sangkal Fahri masih kekeh menolak tuduhan warga yang sama sekali tidak masuk akal. Fahri hanya menolong tidak melakukan apapun, bagaimana bisa warga menuduhnya melakukan sesuatu kepada Fiya. Warga tetap tidak mempercayainya dan meminta agar Fahri dan Fiya dinikahkan. Fiya menolak, Fahripun juga sama namun apa boleh buat semakin Fahri dan Fiya mengelak mereka semua semakin mendesak Fiya dan Fahri agar menikah. "Begitu lah Bun ceritanya, apa yang harus Fahri lakukan sekarang?" Fahri selesai menjelaskan semuanya kepada Bunda ia berharap Bundanya bisa membantu menyelesaikan masalah ini. "Baiklah Ri biar Fiya tinggal bersama Bunda." Senyum Fahri mengembang akhirnya Bundanya luluh bersedia menerima Fiya. "Fahri akan membiayainya Bun dan bertanggung jawab atas masa depan Fiya." Ujar Fahri senang. Bundanya memang paling bisa mengerti Fahri dimana masalah ini bukan semata-mata karena kesengajaan Fahri juga tidak mau menikah lagi tapi apa boleh buat sekarang takdir yang membuatnya beristri dua. "Apa kamu akan menceraikan Fiya?" tanya Bunda memastikan. "Iya Bun! Setelah enam bulan pernikahan Fahri akan menceraikan Fiya." Jawab Fahri mantap. Fahri harus menceraikan Fiya secepatnya ia tidak mau semakin menyakiti hati Laras istrinya. "Apa itu perjanjian antara Kamu dan Fiya?" Tanya Bunda. Fahri menggeleng lemah, itu bukan perjanjian antara dirinya dengan Fiya. Namun, itu semua rencana Fahri karena tidak tega dengan Laras. ?? Honahon
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD