BAB 38

1098 Words

Darrell kembali ke apartemen dengan napas yang memburu. Selama ini ia tak pernah merasa seemosi ini, tak pernah merasa sepanas ini. Perempuan itu, perempuan itu benar-benar membuatnya merasa sangat emosi sekarang. Dari pada seseorang you know lah.. Darrell tertawa. Tertawa sangat keras. Mengingat perkataan Mira. Ia benar-benar jengkel, bahkan selama hidupnya Darrell tak pernah seemosi ini. Apa ini yang disebut marah ?? Jika iya, tepuk tangan untuk Demira yang telah berhasil memancing emosinya. Darrell butuh sesuatu untuk melampiaskan perasaan jengkelnya. Pyar... Darrell membanting Kaktus tersebut hingga pecah. Napasnya memburu Ia langsung melempar lampu meja di sampingnya ke lantai. Darrell mendekati almari kaca yang penuh dengan koleksi miniatur dan langsung membaliknya hingga pecah. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD