Ardan menatap tajam ke arah Darfan yang kini bersiul. Diam-diam dia melirik ke arah istrinya yang asyik memainkan es batu dalam gelas. Perempuan berhijab itu tampak tidak terusik dengan kehadiran Darfan, cenderung tidak peduli malah. “Sorry, ya, tadi ada masalah dikit.” Rumaysha langsung mengangkat kepalanya ketika aroma parfum begitu menusuk hidungnya. Sepertinya perempuan ini menggunakan satu botol parfum Hatchim! “Kamu sakit, Dan? Gue pesenin minuman hangat, ya?” Jeniffer berusaha menyentuh Ardan. Namun, buru-buru Rumaysha menggantikan posisi Ardan membuat Jeniffer malah menyentuh Rumaysha. Melihat tingkah bocah Rumaysha, Jeniffer mendengus. “Kak Ardan lagi puasa.” “Lo lagi,” dengus Jeniffer seraya mengibaskan rambutnya hingga mengenai wajah Darfan. “Heh kena mata gue nih peri

