52

1192 Words

Suasana di perkemahan semakin hangat saat api unggun mulai dinyalakan. Percikan api kecil perlahan menjalar, menciptakan kobaran yang menjulang ke langit malam. Cahaya jingga keemasan menari-nari, menerangi wajah-wajah ceria yang duduk mengelilinginya. Angin malam berhembus sejuk, berpadu dengan suara tawa anak-anak yang begitu antusias menikmati momen ini. Para guru, panitia, dan wali murid ikut serta, membentuk lingkaran besar, menciptakan kebersamaan yang terasa begitu erat. Cala duduk di pangkuan Nala, matanya berbinar menatap api yang berkobar. Di sebelahnya, Ebas duduk dengan santai, sesekali menatap istrinya yang tampak begitu damai dalam cahaya api unggun. "Baik semuanya, kita akan mulai dengan menyanyikan beberapa lagu bersama!" seru salah satu guru pembimbing dengan penuh sem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD