86

1234 Words

Kehangatan di Mansion Mobil Ebas akhirnya berhenti di depan mansion keluarga Sebasta. Langit sudah mulai berganti warna menjadi gelap, menandakan malam telah tiba. Nala menoleh ke belakang, melihat Cala yang tertidur lelap di kursi mobil. Gadis kecil itu tampak begitu damai, seolah dunia di sekelilingnya tak punya masalah sama sekali. Ebas menoleh ke arah istrinya dan tersenyum kecil. "Bangunin Cala atau kita angkat aja?" tanyanya pelan. Nala tersenyum lembut, lalu mengusap pipi Cala. "Cala, sayang... Kita sudah sampai." Mata kecil itu perlahan terbuka, lalu berkedip beberapa kali sebelum menatap maminya dengan wajah menggemaskan. "Udah nyampe?" tanyanya dengan suara masih serak karena tidur. "Iya, Nak." Tiba-tiba, sebelum Cala bisa sepenuhnya sadar, Ebas dengan cekatan menggendongny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD