Di Antara Dua Niat

1104 Words

Jam makan siang sudah berlalu, dan kantor WCTG kembali tenggelam dalam ritme kerja yang rapi dan teratur. Suara keyboard berdenting bersahutan, mesin printer bekerja tanpa jeda, dan lorong-lorong lantai dua puluh kembali dipenuhi langkah kaki yang terburu tapi terarah. Di ruangannya, Naya duduk menghadap layar komputer dengan secangkir teh hangat di sampingnya. Tangannya bergerak lincah mengetik laporan meeting pagi tadi, sesekali berhenti untuk mengecek data di tablet sebelum kembali menulis. Ekspresinya tenang, bahkan sedikit santai. Naya suka dengan hari ini, karena tidak ada agenda mendadak yang membuat napasnya tercekat, dan tidak ada dokumen yang menumpuk buat ia kerjakan. Semua berjalan sebagaimana mestinya dan itu membuat Naya merasa nyaman. Sampai ia menyenandungkan lagu pelan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD