Weekend ini akhirnya kami sepakat untuk datang ke Butik Tante Lusia, teman Bu Ningsih yang menjadi designer kami untuk acara besar ini. Ibu mengatakan bahwa dia sudah terlanjur membuat janji, mau tidak mau kami berdua harus mengikuti keinginan calon mertuaku itu. Aku dan Tita sama-sama sibuk. Ibu memang benar beberapa hari yang lalu, jika tidak diurus oleh kedua orangtuaku dan Bu Ningsih sendiri, kami tidak akan pernah sampai di pelaminan. Jadwal praktekku bertambah beberapa hari terakhir dan Tita juga tampak sibuk dengan proyeknya. Kami bahkan hanya bertemu malam-malam di apartemen Tita. Hanya itu. Acara pernikahan kami akan diadakan di dua tempat. Satu di Palembang saat akad. Jadi aku dan dia memakai kebaya pada pagi hari dan baju adat pada siang harinya. Hasil dari pengukuran baju in

