"Farida gak papa Bah, gak akan ada seorang wanita pun yang gak akan sayang jika melihat bayi selucu dan seimut Fara. Apalagi Farida yang jelas-jelas belum ...." Aku menghentikan ucapanku. "Wis ... Gak usah dilanjut lagi ya," ucap Abah sambil mengelus-elus punggungku. "Ayok ke masjid." "Wonten nopo Bah?" "Habis Isya nanti, Abah akan menikahkan calon istri Rasyid dengannya." Prang ... Hatiku pecah berkeping-keping. Ingin rasanya aku berteriak namun aku memilih untuk tetap bertahan. ***** "Ini apa Um?" "Kita kan sekarang udah kayak keluarganya Rasyid jadi kita harus pake baju yang cantik to? Kan Rasyid mau nikah. Itung-itung ini sebagai ucapan permintaan maaf dari Abah sama Umi." "Tapi kenapa harus pake kayak gini Umi? Bukannya ini terlalu ...." Aku bingung mengatakannya, karena baj

