"Astaga Ca. Kamu ngomong apa sih aku gak mudeng." Aku hanya tersenyum mendengar jawaban Caca. "Hihihi. Nah itu Kang, Mbak Caca itu kayak gitu. Heran. Padahal galaknya minta ampun tapi kok ya banyak yang suka. Bahkan kemarin pas kita nemenin Umi ke Kemranjen dikira itu putrinya loh Kang. Sampai pada tanya udah ada calon belum?" Apa? Jadi yang suka Caca banyak rupanya. Kok ada bagian hatiku yang tidak rela ya. "Eh ... Mbak Caca tapi Umi aneh ya." "Aneh kenapa Dik Ipeh?" Itu suara Kang Bimo. "Kang Bimo kan tahu kalau Mbak Caca gak punya calon. Tapi kenapa setiap ada yang mau ngelamar Mbak Caca lewat Umi, kok Umi bilangnya Mbak Caca udah ada yang punya ya." "Hah ... beneran itu Dik? Ca, kamu yakin kalau belum punya calon?" "Mesti berapa kali aku jelasin kalau aku gak ada calon. Heran de

