Kamu tidak tau diri...
Andre sangat marah karena sikap John terhadap kakaknya.
An...,cukup.
ayo kita pulang jangan buat keributan di sini.
Baiklah....,
Andre dan Indah pergi dari tempat itu tapi tatapan Andre terhadap John masih tajam. Seakan-akan Andre ingin memukulnya tapi dia tidak mau lakukan hal itu karena kakaknya.
An, nanti sepulang dari sini. Kakak harap jangan ceritakan sama mama.
Kenapa kak?, biar apa coba
Aku tidak ingin mama kecewa melihat mama tadi bahagia. Tak ingin mama sedih An, biarkan saja sebentar lagi kakak juga akan pergi.
Tapi kak....
Andre dengar kakak nggk?
Setelah Indah bicara John tidak berkata apa-apa lagi. Dia mengendarai motornya dengan pelan dan memberhentikan motornya di jembatan.
Jika kakak marah, kesal atau menangis kakak bisa berteriak di sini.
Kita pulang saja An..., aku baik-baik saja.
Tapi, aku melihat kakak tidak baik-baik jadi kita singgah di sini sebelum kita pulang.
Indah merasa itu lebih baik daripada nanti sampai di rumah mamanya curiga.
Dia mengikuti apa kata-kata adeknya.
Aaaaa.......
aaaaaaaaaaaa........
Kamu sangat egois
kamu jahaatttt.........
aku kecewa padamu.....
hiks hikkk ???
Setelah perasaan Indah lebih baik dan merasa jauh lebih mendingan akhirnya mereka pulang.
Saat pulang mamanya masih dlbelum tidur dan menunggu mereka pulang.
Dia kaget karena Indah pulang sama Andre bukan sama John.
Kenapa kalian bisa pulang bersamaan?
Mamanya bertanya keheranan dan mencari John yang belum juga muncul.
Indah tersenyum dan membuat suasana agar mamanya tidak khawatir dan curiga.
Iya ma, kita pulang karena kak John ada urusan kebetulan Andre juga kebetulan lewat jadi saya pulang duluan saja.
Jelas Indah singkat agar mamanya percaya dan yakin dia juga meminta kepada adeknya untuk mengiyakannya.
Benar, ma. Tadi saya juga kebetulan lewat dan melihat kak Indah dan John yang sedang kebingungan dan memerlukan bantuan. Jadi, saya menghampiri mereka berdua.
Oh...., mama kita ada masalah jadi mama sedikit cemas tadi. Tapi, mama lega dengar kalian baik-baik saja.
Indah tersenyum karena mamahnya percaya dan dengar walaupun itu hanya cerita yang tak pernah terjadi. Dia juga tidak berani menceritakan yang sebenarnya kepada ibunya.