Memilih

358 Words
Sejak awal aku sudah menentukan pilihan dan mencoba untuk mengambil keputusan sesuai dengan hati nuraniku. Kadang aku berpikir positif dan negatif, namun sekarang aku bukan anak remaja aku sudah dewasa. Lidahku bukan seperti cinta romantis yang sering muncul di film-film atau sebuah kiasan novel yang membuat kisah yang tak pernah ada. Aku hidup di dunia yang nyata bukan hidup di negeri dongeng. Mungkin pernah bermimpi untuk memiliki seseorang yang mengerti dan menerima aku apa adanya. Sekarang aku adalah seorang gadis yang sering tidak di pandang sebelah mata oleh cowok. Tapi, aku tidak bersedih karena saya tetap HEPI.... ya selama aku jomblo aku tidak memiliki rekam tentang hubungan asmara ku. Aku fokus dengan kehidupanku yang sekarang dan hidup dengan kebebasanku... Namaku Indah yang sudah berumur 26 tahun status masih single dan seorang dokter. Aku pernah jatuh cinta pada kakak kelasku tapi sekarang aku sudah melupakan kapan aku mencintainya kerena sejak aku tahu dia tidak menyukai ku maka aku sadar bahwa aku bukan orang tepat untuk nya. Sejak saat itu aku masih memilih untuk mengejar cinta dan pada akhirnya aku mundur. Mungkin setiap gadis yang sedang melanda dan di kuasai perasaan itu hal wajar tapi aku beda dengan yang lain. Aku menyukainya sejak aku kecil namun siapa sangka ternyata aku hanya parasit yang selalu membuatnya tak nyaman. Buat kalian yang pernah jatuh cinta dengan seseorang yang kalian suka, apakah kalian pernah berpikir untuk menjauh dengannya? Aku tidak pernah berpikir dengan demikian. Jika, kalian pernah membayangkannya setiap kalian makan, tidur ataupun di setiap waktu. Pernah berpikir jika dia hadir di depan mata kalian, tanpa kamu sadari secara spontan dia muncul di depanmu dan tanpa ada kata-kata. Iya. aku juga mengalami hal demikian. Saat itu aku berkata dalam hati, jika dia jodohku atau dia seseorang yang di takdirkan. Aku berharap dia ada di depanku dan muncul detik ini pun. Sungguh benar Sosok yang aku kagumi dan sosok yang aku cintai tiba-tiba muncul di depanku. Aku tersenyum dan tertawa pada diriku sendiri, apakah ini takdir asmaraku sedang bermain-main dengan perasaan yang sedang aku alami saat ini. Aku memilih untuk berhenti tapi tak takdir bertolak. Sungguh kisah yang membuncah jiwa dan ragaku. Aku lelah....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD