Shanon dan Betty adalah dua mahasiswi yang sedang viral di kampus mereka. Berita tentang mereka makan siang bersama seorang CEO tampan telah menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa. CEO tersebut bernama Mr. Achaer, dan ia merupakan CEO sebuah perusahaan besar.
Shanon dan Betty awalnya terkejut saat mengetahui bahwa Mr. Achaer tidak memiliki media sosial. Namun, mereka berdua menjadi lebih terkejut lagi ketika mereka diberi nomor telepon oleh sang CEO yang ternyata menggunakan HP Android. Hal ini membuat mereka berpikir untuk menjalin hubungan pertemanan dengan Mr. Achaer demi memperluas jaringan relasi.
Kedua mahasiswi itu pun tertawa girang atas keputusan mereka tersebut. Namun, Shanon secara licik mengusulkan ide untuk bolos kuliah dan mengunjungi kantor Mr. Achaer. Ide tersebut disambut dengan antusias oleh Betty, yang mengajukan alternatif untuk mengunjungi apartemennya pada hari libur.
Mereka saling tertawa atas rencana-rencana gila mereka. Tawa tersebut tampak seperti tawa orang yang terpesona oleh seseorang yang istimewa.
☆☆☆☆☆
Sementara itu, Tuan Azio sedang membaca sebuah gulungan kertas surat yang dikirimkan padanya. Surat tersebut berasal dari Achaer, dan Azio merasa sangat terkesan dengan pesan yang dituliskan. Dalam surat tersebut, Achaer mengungkapkan bahwa Segel Takdir, sebuah obyek penting dalam pencariannya, telah terdeteksi dan berada dalam jarak yang sangat dekat.
Namun, untuk bisa memaksimalkan insting malaikatnya, Achaer berencana untuk membuat ramuan ajaib terlebih dahulu. Azio merasa lega mendengar berita ini, karena dia tahu Achaer adalah seorang malaikat yang sangat profesional dan berkomitmen tinggi terhadap tugasnya.
Namun, Azio juga merasa cemas dengan perlombaan yang terjadi antara para setan untuk mendapatkan Segel Takdir tersebut. Dia menyadari bahwa penampakan cahaya murni yang dikeluarkan oleh Segel Takdir telah menarik perhatian banyak pihak. Namun, Azio tetap yakin bahwa Achaer dapat menghadapinya dengan baik dan memenangkan perlombaan ini.
Hanya menunggu waktu. Ketika Segel Takdir di temukan, akan menjadi perebutan besar-besaran. Perang yang amat dahsyat akan segera dimulai. Dan nasib kaum seluruh alam akan ditentukan. batin King Azio khawatir.
Sekarang para malaikat pun mulai cemas.
☆☆☆☆☆
Pagi. di apartemen mewah tempat CEO itu berada. Achaer sedang menonton TV di hari libur.
Dia pun sedang menunggu kedua teman nya. Shanon dan Betty. untuk Achaer tak masalah berteman dengab manusia. dia memang malaikat yang akrab di kalangan para mahluk seperti penyihir, elf, malaikat, kecuali kaum setan dan kaum raksasa.
bel di apartemen berbunyi. Achaer bergegas membukakan pintu.
Teman-temanku telah datang. batin Achaer senang.
malaikat tampan itu membukakan pintu. terlihat kedua gadis tersenyum dengan pipi merah.
"selamat pagi tuan" kata mereka berdua.
"pagi. Shanon dan Betty, silahkan masuk" kata malaikat itu.
"sedang tidak sibuk tuan?" sapa Shanon sambil melangkah masuk.
"sekarang hari libur. aku tidak sedang sibuk, lagi pula kalian mengajak ku ke mall?" kata Achaer.
"yah ke mall, ke toko buku" jawab Betty. yang memang mengajak Achaer ke mall.
"toko buku? sepertinya menyenangkan" jawab Achaer yang sudah siap.
mereka bertiga tersenyum.
"baiklah, kita ke mall dengan naik mobilku saja" kata CEO itu.
mobil punya CEO? pasti mobil mewah. batin Shanon.
kendaraan termahal mungkin? apa yah? Audi? Ferrari? begitulah. batin Betty.
mengetahui Achaer adalah CEO yang ramah dan mau bergaul dengan mereka, membuat Shanon dan Betty bingung. Achaer tak punya sisi kesombongan dari sudut pandang manapun juga.
"Baiklah, yuk kita berangkat" kata Achaer sambil mengenakan jaket. kali ini dia mengenakan pakaian santai yang tetap saja branded tersebut.
☆☆☆☆☆
jadi Achaer sedang bersama para manusia? batin seorang setan wanita sambil menyeringai. bergaul dengan manusia? hm. malaikat yang rendah hati. batin setan itu lagi.
wanita itu menenggak darah hewan yang berhasil dia bunuh.
tak ada yang menyangka siapa kodratku sebenar nya . setan itu tertawa dalam hati dengan darah bercucuran dari mulutnya.
sudah lama aku menantikan balas dendam untukmu, Achaer. ayahku, pamanku, dan kaumku hancur akibat ulahmu dan kaum mu! setan wanita itu berpikir dengan geram. kuku panjang nya mencengkram gaun indah yang di kenakan oleh nya. Achaer. nama yang membuatku sangat marah.
setan sedang mengincar dirinya. tentu saja Segel Takdir adalah di puncak suasana sebagai bahan untuk di jadikan rebutan, persaingan, bahkan peperangan antar alam dimensi.
☆☆☆☆☆
di mall. mereka bertiga sedang di toko buku. tentu saja mall mewah di sebelah kantor perusahaan tempat Achaer menjabat sebagai CEO.
mereka bertiga terlihat akrab. sambil melihat-lihat buku di toko buku, mereka pun senang foto-foto untuk di post di sosial media.
tak jauh di sana. di rak buku yang agak tersembunyi. terlihat ada buku yang sangat unik berisi tentang legenda dan hal-hal yang dianggap mitos.
judul bukunya adalah The Truth of Realms. terlihat seperti buku yang rapi. tapi tak jelas siapa pengarang nya, di situ pengarang nya adalah Madam Abelina. buku itu hanya satu. terlihat rapi dan amat tebal. cover nya pun hardcover. harga nya murah.
"Eh lihat deh, ada buku novel bagus deh" kata Shanon mengambil buku itu.
Achaer pun mengambil buku itu dari tangan Shanon. "Bolehku lihat?" dia membaca buku itu perlahan. dia membuka buku yang sudah tak ada plastiknya.
ini bukan novel. ini adalah buku sejarah tentang seluruh alam. siapa pengarang nya? batin Achaer kaget.
"Bagus ga? novelnya?" tanya Shanon.
Achaer yang menyembunyikan dirinya sebagai malaikat pun tak mau identitasnya ketahuan.
"hm. bukan novel yang bagus." kata malaikat itu berusaha tenang.
"apa kau mau beli novel itu?" tanya Achaer ke pada Shanon.
"Hm aku bukan penggemar novel." jawab Shanon.
"kalau kau tak minat beli, biar aku saja yang membelinya" kata Achaer.
katanya bukan novel yang bagus. kenapa tuan Achaer membeli nya? batin Shanon kemudian dia tak mau mempermasalahkan hal itu.
"okay" jawab gadis berambut hitam itu.
"hey kalian lapar tidak? ada restoran steak terkenal di mall ini yuk kita makan" kata Betty yang sekarang sudah jam makan siang. perutnya mulai keruyukan.
"Betty!" kata Shanon pada sahabat nya yang emang sering jadi alarm hidup setiap jam makan siang.
"baiklah, aku bayar dulu buku nya. lalu kita segera makan" kata CEO itu.
Pencarian Segel Takdir semakin dekat. batin Achaer.
dia pun bersama teman-teman nya bergegas antri di kasir, kemudian mereka sudah tak sabar untuk makan siang di mall. terutama Betty gadis chubby itu.