PART 38

2125 Words

Elian membiarkan Airis membayar makanan mereka. Perempuan itu menolak ketika Airis ingin mengantarnya pulang. Yang benar saja, Elian tak tahan jika berduaan lebih lama dengan perempuan itu. Elian memilih tetap berada di restoran itu dan melihat Airis keluar sendiri. Perempuan itu menghembuskan napas panjang. Tak menyangka bahwa ternyata ia cukup tegang dari tadi. Kata-katanya memang menunjukkan Elian kuat dan seolah tak peduli, tapi Elian tak benar-benar begitu. Elian masih punya hati dan ia melihat betapa putus asanya Airis. Apalagi perempuan itu baru saja kehilangan bayinya. Meskipun Elian berlagak kasar pada perempuan itu, tapi ia tak bisa membohongi dirinya sendiri, bahwa Elian sedikit merasa iba pada perempuan itu. "Ngapain kamu masih di sini?" Elian mendongak ketika suara berat me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD