Setelah kembali memasuki kamarnya, yuna segera melepas selimut yang menutupi tubuh mulusnya. Dia langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Terlihat banyak bagian tubuhnya yang kemerahan. Yuna melihat semuanya di pantulan kaca. Tiba - tiba setetes air mata keluar dari pelupuk mata yuna, dan jatuh tepat di punggung tangannya yang dia letakkan di dekat wastafel. "Dia benar - benar b******k!!" Maki yuna didalam kamar mandi dengan air mata yang terus membasahi pipi. Setelah itu dia terduduk di lantai sambil menangis pilu. Yuna memeluk kedua pahanya yang dilipat tepat didepan dadanya. Rasa sesak ini membuatnya sulit bernafas. Kenyataan sikap aimmar yang penuh kejutan terlalu membuat dunia yuna jungkir balik. Rasanya ini terlalu sulit untuk dijalankan. Kenapa keputusannya kali ini me

