Pagi harinya, aimmar bangun dengan kondisi kepala yang sedikit pusing. Semalam dia terlalu banyak minum. Kondisi kamarnya pun masih sangat berantakan. Tiba - tiba dia teringat dengan seseorang yang mungkin sudah menangis semalaman. Aimmar memakai bathrobe nya lalu berjalan menuju ke kamar yuna. Tanpa permisi, dia langsung saja membuka pintu kamar itu. Tapi sayangnya kamar itu sudah kosong, dan juga masih rapi. Seakan semalam yuna tidak tidur di ranjang miliknya. Tanpa ada pikiran macam - macam, aimmar tetap saja santai. Sambil mengecek ke beberapa bagian kamar hotel mereka yang luas. Tetap saja yuna tidak ada di kamarnya. Jika kalian bertanya kemana si wanita penghibur yang menemani aimmar semalam, jawabannya adalah dia sudah pergi begitu saja. Tentu saja setelah mendapat sebuah cek de

