BAB 39

1083 Words

Amara bergelayut manja di lengan suaminya. Lalu mereka berjalan beriringan menuju tempat di mana mereka akan makan bersamaan. Sesampai di sana, Kean segera menyuruh sang istri duduk dan lekas membantu mengambilkan hidangan untuk Amara. Semua yang melihat adegan tersebut sangat heran. Setelah melakukan hal tersebut, Kean segera memberikan pada sang istri dan lekas mengambil untuk dirinya sendiri. Lirikan lelaki itu menatap sinis ke arah Oma Ica, mendapati pandangan begitu wanita paruh baya ini mengembuskan napas. "Maaf ... Oma gak bisa jagain istrimu, bikin dia terluka," tutur wanita paruh baya itu. Semua mata langsung menoleh menatap Oma Ica yang berkata demikian, kecuali Keqn lelaki itu masih sibuk memasukan makanan ke mulut. "Kean ...." Panggilan Oma Ica, suaranya sangat lemah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD