Pov Adam "Mas, Mas Adam, tolong ... Tolong, Mas!" Samar-samar terdengar suara Aisyah meminta tolong. Namun mata ini masih saja terpejam, rasa kantuk masih menyelimuti. Aku malas membuka mata dan melihat Aisyah tertawa puas karena bisa mengalahkanku. Aku masih kesal karena dia curang merebut kasur empukku. Ancamannya membuatku matu kutu. Harusnya aku yang tidur di ranjang, ini kamarku tapi kenapa dia yang berkuasa. Wanita itu benar-benar menyusahkan aku. Menyebalkan! "Mas ... Mas Adam, aku gak bisa napas!" panggil Aisyah lagi. Tapi kini suaranya melemah. Sudahlah tidak usah acting, aku tahu kamu hanya bersandiwara. Tadi saja masih segar bugar kok. Kenapa kali ini pura-pura sakit? Tidak perlu drama karena aku tidak akan percaya. Aku kembali tidur,kututup telinga rapat-rapat. Biar saja

