"Mbak Tiara Aisyah ya?" tanya driver taxi online yang kupesan. "Iya Pak," ucapku seraya membuka pintu belakang mobil, perlahan kujatuhkan bobot di kursi penumpang. "Sesuai aplikasi ya,Pak." "Baik,Mbak." Sang driver mulai melajukan mobil, meninggalkan restoran berserta Putra. Tanpa bisa ditahan bulir bening mengalir begitu saja. d**a terasa sesak kalau mengingat tingkah Putra dan Mas Adam. Apakah lelaki sama saja? Hanya memikirkan ego dan keinginannya saja. Tak pernahkan mereka merasakan apa yang kaum hawa rasakan? Samar-samar terdengar suara azan magrib. Teringat ayah yang selalu mengingatkanku agar shalat tepat waktu. Selalu ingat pada Sang Pencipta. "Ayah," lirihku sambil terisak. Aku merasa tak bisa menjalankan amanat terakhir yang beliau ucapkan padaku. "Jadilah istri yang shole

