BAB 3 tunas cinta

685 Words
Jam menunjukan pukul 09:30 Seorang wanita masuk dengan anggunnya kedalam ruangan itu, namanya melani dia wanita cantik yang sangat ramah, diapun sangat asik orangnya kalo diajak bicara, bisa dikatakan wanita yang cukup sempurna, dan gak aneh banyak pria suka dengan dia Hai niki, kamu telat lagi ya hari ini, aduh nik kamu nih kebiasaan, kamu gak khawatir apa sama karir kamu, jangan kaya gini terus niki bahaya buat karir kamu kedepannya "" menutup pintu dan membawa sempel baru Iya nih mel, besok aku akan jauh lebih berusaha jadi lebih baik dari hari ini " balas senyum niki Dimana yang lain mel " timpa niki, mengambil sempel dan mulai memperhatikannya Mereka tadi beli makanan dulu buat kita selagi arah kemari, mungkin mereka sedang arah kemari "" sahut melani dan duduk di meja kerjanya Kamu keringetan mel, nih tisu " mengulurkan tisu, sambil tersenyum Terima kasih ya nik "" mengambil tisu dari niki dan senyum tipis terpancar diwajah melani Ciee ... "dyon menimpai Apasih kamu kamu dyon "" sambil mngelap keningnya, melani hendak mengelak Hehe, becanda melani "tersenyum kecut Dyon tau betul pasti ada suatu rasa berbeda diantara kedua rekan setimnya ini, terlihat dari gerak gerik mereka, tetapi mereka masih menyembunyikannya, Tau nih dyon apaan sih "" timpa niki sambil melihat leptopnya, dan menulis hasil analisanya dan senyum tipis terlihat diwajah niki Gak beberapa lama kemudian masuklah seorang wanita kedalam ruangan itu, betapa kagetnya niki tenyata itu levinia, dengan muka yang terlihat tidak ramah lingkungan, dan mulai menatap kerah niki Niki masuk ke ruangan saya "" menutup pintu dan melewati mereka masuk ke ruangannya Aduh mati gua " menepuk jidatnya dan mulai bingung Tenang nik gue akan mempersiapkan pemakaman yang layak buat lo "" ledek dyon Jamet lo boy, bukan semangatin malah bikin gue jadi panik "" niki mulai melangkah menuju pintu ruangan levinia Niki, sabar ya .. "" muka cemas terlihat diwajah melani Iya niki sabar ya "" timpa dyon sambil meledek Niki membuka pintu dengan muka gugup Iya bu "muka tegang niki terlihat sambil menutup pintu Meski umur niki dan levinia hanya terpaut satu tahun, tetapi karna levinia ini atasannya dia memanggil ibu levinia dalam hujut rasa sopannya terhadap atasanya, sebenarnya levinia ini bisa dikatakan cantik, mungkin gaya berpakainnya saja yang kurang modis dan cenderung menggambarkan seorang perempuan dewasa, dan sepertinya levinia ini tidak terlalu banyak memiliki kawan, kini terlihat wajah levinia tidak bersahabat Duduk kamu " ujar levinia Dateng jam berapa tadi "senyum jahat terlihat mengangkat alis Jam 09:08 menit bu" duduk dan mulai menundukkan kepalanya Bagus sekali ya, sepertinya kantor ini akan heboh ada karyawan yg sangat rajin dalam hal terlambat"" mukanya semakin tidak ramah Hadeh habis gue"" gumam dalam hati Ma.. af bu saya gak akan ulangi lagi " gugup dan semakin sulit menghela nafas Dari dulu juga kamu bilangnya kaya gitu tapi diulangi lagi diulangi " sahut levinia Kamu ini ya bener bener, tidak berguna bagaimana perusahan ini mau maju kalo masih ada karyawan macem kamu, kamu kelihatannya sangat senang di omelin sama saya ya "" mulai berdiri dan semakin bersemangat dalam merangkai kata kata kerasnya Cukup lama terdengar suaranya sampai keluar ruangan, dan didepan wajah panik melani semakin terlihat Hehehe, kenapa malani"menyentuh bahu melani En..nggak kok " melani kaget dan coba mengelak dengan gugup Hahaha.. bilang aja langsung mel, pasti niki nerima kok, keliatannya kalian dalam satu getaran yang sama "lanjut dyon Apasih lo, gue sama niki gak ada apa apa kok, cuma kasihan aja liat niki di omelin mulu setiap hari "" grogi dan menahan malu Biasanya nih ya mel kalo lagi ngomongin niki pasti muka kamu merah heheh, tuh kan tuh, kan tuh, kan kan kaya gitu mel, udh lah ngaku aja hahah " tawa dyon lepas menunjuk ke wajah melani Karna dekatnya mereka hal seperti itu sudah biasa terjadi apa lagi kalo ada arya makin bersemangat dyon mojokan melani dan niki Apa sih lo, udah lah gua mau ke kamar kecil "melani keluar ruangan untuk menghindar dari dyon dengan muka memerah Iiihhh .. apa sih tuh si dyon, orang aku gak ada perasaan apa apa sama si niki, bikin ilang mood aja " dalam hati melani bergumam
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD