Chapter 22

2073 Words

            Adam menggaruk kepalanya dengan bingung. Bagaimana tidak, sedari tadi cewek yang kini sedang duduk di sampingnya itu sibuk memainkan ponselnya. Entah apa yang dilakukan Aliana. Cewek manis itu masih saja setia menyumpal kedua telinganya dengan earphone putih yang sangat ingin Adam hancurkan. Bahkan, pernyataan cintanya tadi saja tidak digubris sama sekali oleh Aliana.             “Lan, dengerin gue dong.” Masih sama, Aliana hanya terdiam dengan wajah dingin. Tak lupa, Gadis  itu juga beberapa kali mengalihkan pandangannya saat Adam dengan sengaja mencoba mencari matanya.             Adam menghela napas lelah, memejamkan matanya dan berdoa dalam hati agar diberikan kekuatan untuk menghadapi Aliana. Oke, jika dengan cara halus tidak bisa membuat Aliana mendengarkannya, maka i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD