7. ujian pertama

413 Words
Hari ini genap tiga tahun kami bersama.selama tiga tahun ini hubungan kami baik baik saja.sampai suatu ketika sebuah ujian bagi cinta kami yang pertama kali datang. bukan dari orang ketiga tapi dari padatnya waktu kami ketika menjelang semester akhir kuliah kami. kampus kami berbeda. sehingga beberapa bulan ini komunikasi kami sempat terganggu. Hana sibuk menyusun skripsinya.begitupun aku. apalagi aku yang ingin melanjutkan kembali kuliahku.agar ilmu yang akan mewujudkan cita citaku bertambah. Hana tak tinggal lagi dengan pamannya.ia memilih ngekost agar dekat dengan kampusnya dan juga tempat kerjanya. ya Hana mengambil kerja paruh waktu di cafe teman kuliahnya. kuliah dipagi hari dan bekerja dimalam hari.kami saling menjaga cinta kami. meski banyaknya godaan datang silih berganti. aku memarkirkan motor ku didepan kamar kosnya.kost tempat Hana tinggal adalah rumah kost yang bebas.tidak ada aturan tamu laki laki tidak boleh berkunjung.awal awal sempat berdebat dengannya.aku kurang suka tempat kostnya terlalu bebas menurut ku aku takut Hanaku tidak aman. kulihat jam dipergelangan tangan menunjukkan pukul hampir sepuluh malam.namun aku belum melihat tanda tanda Hana pulang.kurebahkan tubuhku di bangku panjang yang berada di teras depan kamar kost.menurutku ini tidak bisa disebut kost kosan.lebih mirip rumah kontrakan berbentuk bedengan. hanya ada satu ruangan dengan kamar mandi terpisah.tidak ada kamar khusus untuk tidur. tanpa terasa mataku yang lelah terpejam hingga.. belaian lembut meraba pipiku.kubuka mata perlahan.dan dan kulihat Hana tersenyum padaku. baru pulang.." ucapku iya.. malam ini cafe sangat ramai.. ayo masuk.." katanya sambil memutar handle pintu. aku masuk dan langsung merebahkan tubuh kembali di kasur mini punya nya.kenapa ku bilang kasur mini.karena hanya muat untuk satu orang saja. sudah makan malam... mau kubuatkan mie..." ucap Hana sambil membawa handuk masuk kekamar mandi.sepertinya ia ingin mandi dulu. boleh... " ucapku lesu. sebelum aku kesini sebenarnya aku sedang kesal terhadapnya.dari pagi ku telefon handphone nya tapi selalu tidak aktif. tadinya aku mau langsung memberondongnya dengan pertanyaan.namun melihat sepertinya ia sedang kelelahan membuat aku tidak tega.biar nanti saja saat makan mie bersama baru akan kutanyakan kenapa handphone nya tidak aktif seharian. Hana keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar.mengambil mie dari lalu membuatkan mie dengan alat pemanas yang praktis bukan pakai kompor gas.tapi pakai teflon yang menggunakan listrik untuk memasaknya. kenapa handphone mu tidak aktif seharian ini..."ucapku memulai pertanyaan untuknya. sepertinya handphone ku baterai nya sudah lemah.baru dicas sudah lowbat..." jawabnya. aku memandangnya.dia terlihat jujur saat menjawabnya. biar kubelikan handphone baru..." kataku tidak usah Han. hanya baterai nya yang lemah..." katanya lagi jangan membantah aku tidak suka.."paksa ku. baiklah..." katanya kemudian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD