Bab 25

2213 Words

Mencintai itu layaknya mengisi air dalam sebuah teko. Kadang kau bisa menjadi penampung, kadang kau harus bisa mengisi yang lain dengan milik yang kau punya. "Ayah, ayo...." teriak gadis kecil itu penuh semangat. Berulang kali panggilan itu terdengar cukup kencang, namun tidak ada pergerakan yang menghampirinya. Karena merasa diabaikan, gadis kecil itu melangkah masuk ke dalam rumahnya. Mencari kedua orangtuanya yang sudah berjanji untuk menemaninya liburan. Bibir mungilnya tidak berhenti memamerkan senyum bahagia kala mengingat bagaimana nantinya mereka akan bahagia bersama. Ada ayahnya, ibunya serta dia yang menjadi kesayangan keduanya. Langkah kaki mungilnya terhenti. Tak jauh dari sebuah pintu kamar yang sedikit terbuka terdengar teriakan di sana. Wajah bahagia itu seketika lenyap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD