Setelah turun dari pesawatnya, Ragas segera berlari menuju mobilnya yang sudah terparkir disana, yang dibawakan oleh salah seorang pengawalnya. Ragas menancap gas, melajukan mobilnya secepat mungkin bahkan hingga menerobos lampu merah. Hanya butuh waktu tiga puluh menit hingga dia tiba di rumah sakit. Dia berlari ke dalam dan menanyakan ruangan Keyra pada receptionis. “Keyra Adeera, ruang mana suster?” tanya Ragas dengan wajah paniknya. “Ruang VIP gedung II kamar Pinus pak.” Ragas langsung berlari menuju ruang persalinan Keyra. Didepan kamar, ada Sendi sedang duduk di kursi tunggu bersama dengan Bi Sari dan Arlan. Dengan penampilan yang berantakan, dan kelelahan, Ragas berjalan mendekat. “Keyra sebentar lagi tindakan persalinan, sebaiknya lo masuk.” ujar Sendi dan memberi semangat p

