Matahari kembali menampakkan sinar terangnya, sedangkan Ara, masih terlelap di atas tempat tidurnya, karena rasa nyaman yang ia dapatkan saat ini adalah kali pertama untuknya. Gadis itu mulai membuka kelopak matanya, berusaha menyesuaikan pandangannya. Dan setelah seluruh kesadarannya kembali, Ara seketika terbangun dari posisi berbaringnya dan duduk sembari mengedar pandangannya ke setiap sudut kamar hotel. Ia pun menundukkan kepala, melihat pada pakaiannya yang masih melekat pada tubuh, lalu menghela napas lega. Gadis itu segera berdiri dan hendak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti, ketika melihat secarik kertas di atas nakas. Urusan kita selesai. Setelah membaca pesan itu, ia tersenyum lega, karena akhirnya Ara dapat membayar utang

