21

1562 Words

‘Rei...’ Lorong ini lagi. Abi menoleh ke sekitar. Gelap. Ini adalah lorong yang sama seperti mimpinya dulu. Lorong rumah sakit. Dan hal ini kembali mengingatkan Abi pada sosok wanita yang begitu mirip dengan Reiko, yang dilihatnya dalam mimpi dan yang pernah ditemuinya secara langsung. Wanita itu, ibu Reiko. Wanita yang terkurung di balik sel besi karena emosinya yang tak stabil. ‘Rei...’ Sontak Abi berbalik. Dalam ruangan gelap itu, ia hanya bisa mendengar suara napas dan detak jantungnya sendiri. Bisikan-bisikan yang mengumandangkan nama Rei terus-menerus menggema di telinganya. Untuk sesaat, pikiran Abi tertuju pada satu-satunya gadis yang paling ingin dia temui sekarang. Perlahan ia berjalan lurus menuju lorong tak berujung itu. Entah sebanyak apapun langkah yang ia ambil, sejauh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD