24

2064 Words

“Kalau masalah itu, mending jangan sekarang deh.” Abi mendorong bahu Raden pelan, menyuruh pemuda itu memberinya jalan menuju lantai dua. “Gue masih mau balik lagi ke fakultas, ngumpulin tugas yang ketinggalan.” “Hah?” Mata Raden membola tidak percaya. “Lo buru-buru cari orang indigo, tapi giliran gue mau ngasih tahu, lo malah nyuruh gue nunggu?” “Lo bisa nunggu, tapi tugas gue gak. Gue gak mau ngulang, apalagi Pak Jono pelit nilai.” “Wah, lo. Bisa-bisanya kek gini ke gue.” Abi memutar mata ketika Raden bertepuk tangan keras hingga membuat beberapa tetangga mulai mengintip mereka dari balik gorden kamar. “Padahal ini tentang cewek lo, loh. Siapa namanya? Reika—?“ “Reiko, bodoh!” “Yep, bener. Reiko. Tumben lo nunda-nunda?” Seembus napas panjang keluar dari kedua belah bibir Abi. Pria

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD