27

2323 Words

“Ternyata bener, lo bukan, Abi,” ujar Raden akhirnya. Ia menarik kursi di dekat brankar yang Abi tempati. Setengah gugup mengendalikan ketakutannya terhadap sosok hitam yang samar-samar terlihat dari diri temannya. Menyilangkan kaki sambil bersidekap, Raden pun melanjutkan, “Makasih udah menampakkan diri di kamar rawat ibunya Reiko. Berkat itu, gue jadi tahu kalau kamu juga ada hubungannya sama beliau. Apa sih yang kamu mau? Kenapa tidak mencari yang lain saja?” Raden dapat mendengar geraman halus dari bibir Abi. Sungguh. Dari sekian wajah jelek Abi yang pernah ia lihat, Raden paling tidak ingin melihat yang ini. Ekspresinya sangat menakutkan. Abi menggeram seolah ia adalah seekor hewan liar yang tengah bersiap menyerang musuh di depannya. Kuku-kuku di jari pria itu perlahan memanjang dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD