Jam sembilan malam, Lea berkutat di sofa ruang tamunya dengan buku sketsa di pangkuan. Sejak dua jam yang lalu selepas makan malam, dia menyimbukkan diri dengan membuat beberapa desain gaun pengantin dan gaun malam. Lea meletakkan sketsanya, merenggangkan tubuhnya dan otot-otot tangannya yang sejak tadi dia pakai bekerja. Lea berdiri menuju kulkas mengambil satu lagi minuman dingin untuk meredakan tenggorokannya saat bel pintunya berbunyi. Lea terdiam menatap pintu apartemennya dengan kerutan dalam. "Siapa yang malam-malam begini bertamu?" Lea menutup pintu kulkas seraya membuka tutup kaleng dan berjalan ke arah pintu. Sebelum membukanya, Lea menegak minuman dinginnya yang langsung menjalar di tenggorokannya. Lea membuka pintunya, terbelalak dan tersedak setelahnya ketika melihat sia

