Sejak lima belas menit yang lalu, Lea hanya berdiri di balik pintu apartemennya yang tertutup dengan mata terpaku pada sebentuk undangan cantik yang mewah dan elegan bernuansa red&gold. Nama Jordan tercetak sempurna dengan tinta emas. Ketika manik matanya menyusuri nama di bawahnya, hatinya mencelos. Tentu saja bukan namanya yang terukir di sana. Seseorang mengantarkan undangan ini langsung padanya dan surat yang memang sengaja dikirimkan oleh sang mempelai wanita. Mungkin untuk menguji batas kesabaran Lea atau untuk mengejeknya. Akhirnya, bukan dia yang akan bersanding dengan lelaki itu. Anehnya, Azalea seperti tidak peduli. Azalea membuka surat itu dan menemukan sebaris kalimat yang persis seperti dugaannya. Alexandra benar-benar berniat membuatnya merasa cemburu karena akhirnya di

