Yang tak Direncanakan

2503 Words

Intinya memang harus intropeksi diri lah. Masing-masing punya kesalahan. Yang kemarin-kemarin kalau berbicara selalu saling tarik urat, kini ya jauh lebih santai. Mencoba memahami pikiran satu sama lain. Ya dengan negosiasi yang juga butuh waktu akhirnya Adhi yang mengikhlaskan. Ya sudah kalau memang Fiandra mau tetap menjalankan bisnisnya, ia akan mencoba untuk tidak mempermasalahkan hal itu. "Asal anak-anak tetap terurus dengan baik. Aku tidak mau mereka merasa kurang perhatian orangtuanya karena orangtuanya sama-sama sibuk." Fiandra mengiyakan. Ia juga berjanji akan mengawasi. Tapi ya sebisa yang ia lakukan lah. Dari negosiasi berakhir dengan kedamaian. Ya setidaknya kan selama enam bulan berikutnya. Eh berantem lagi? Tidak-tidak. Enam bulan berikutnya, Adhi justru mendengar suara hi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD