Pertukaran Informasi

3041 Words

Pemakaman. Akhirnya dimakamkan sebelum zuhur. Ya sekitar jam setengah sebelas siang, pemakaman terpaksa dimulai. Meski sang istri dan anak bungsunya tak hadir. Mau tidak mau kan? Karena memang tak ada pilihan lain. Syariat adalah hal utama yang harus dijalankan. Makanya pemandian hingga pemakaman segera dilaksanakan. Fadiya tak tahu harus berkata apa. Banyak orang mendatanginya dan juga kakak iparnya. Ya pastinya mengucapkan belasungkawa kepada mereka. Yang ia pikirkan hanya perasaannya Boy. Lama-lama jadi terenyuh. Apalagi ia tahu, Boy bahkan tak bisa melihat ayahnya untuk yang terakhir kali. Belum lagi perasaan ibu mertuanya. Ia menarik nafas dalam. Itu yang membuatnya jauh lebih sedih. Setidaknya ada Fiandra, ayahnya, dan ibunya yang menguatkannya. Ia harus kuat kan? Meninggalny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD