Rumah Terakhir

1053 Words

"Loh?" Gala terkejut. Karena ketika ia sampai di rumahnya yanga da di Makassar ini, dua cicitnya berlari ke arahnya. "Loh? Kamu gak di Singapura, Vani?" Ia tentu heran. Karena setahunya cucunya ada di Singapura. Sang pembantu yang berdiri dari kejauhan itu berupaya memberi kode kalau ada yang sedang bertengkar tampaknya dengan sang suami. Hahaha. Entah benar atau tidak. Tapi yang jelas, tiga anak ikut dengannya. Tiga anak? Iya. Jelas kan ya? Sebetulnya masih ada satu lagi yang bersama suaminya di Singapura sana. Ya si anak sulung yang sungguh Kenzie sekali. Tak bisa ia pengaruhi untuk memilihnya. Alhasil hanya bisa membawa kabur ketiga anak sisanya. Jarak usia mereka semua hanya setahun. Ya Kenzie benar-benar melakukan aksinya untuk membuat Vania hamil setiap tahun. Tapi tahun ini ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD