Obrolan Malam

1726 Words

"Gak tidur?" "Entah lah. Rasanya tadi mengantuk sekali." Opa tersenyum tipis. Ia juga sama. "Aku penasaran bagaimana Awis saat itu. Aku masih ingat bagaimana cerianya dia saat hendak pulang dari rumah kita." "Ajal memang gak ada yang tahu." Ya ia juga tahu. Tapi keceriaan Awis rasanya masih tampak sangat jelas sekali dimatanya. Rasanya seperti belum lama terjadi. Padahal sudah berlalu puluhan tahun silam. "Padahal aku berpikir, kita mungkin bisa bertemu lagi dengan semua orang dan berkumpul bersama." "Aku juga gak pernah menyangka akan jadi begini. Memikirkan itu juga membuatku merasa bersalah sekali pada Sena." Ya apa yang terjadi pada Sena memang membuat keduanya merasa berat hati. Kemarin juga sempat kok mengajak Wirdan dan keluarganya umrah. Tapi ternyata waktunya tak tepat. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD