Pernikahan Adeeva

2373 Words

"Aku kira kau pergi ke Indonesia." "Tidak. Ada urusan di kantor jadi tak bisa datang. Acha dan Mario yang ke sana." Ia celingak-celinguk. "Anakmu mana?" Ia terkekeh. Cara mereka bicara ya seperti teman. Meski tentu lah ada perbedaan usia. Lelaki ini kan seumuran dengan anaknya. Tapi ya hal semacam ini biasa. Kan memang bebas kalau di sini. Cukup panggil nama dan selesai. Tak perlu ada yang tersinggung atau merasa harus begitu dihormati. "Biasa lah. Mengacaukan bisnis." Ia terkekeh. Yeah sahabat karibnya itu memang tak pandai berbisnis. Makanya lebih banyak Mario yang turun tangan membantunya. "Anaknya besanmu yang menikah?" "Bukan. Anak adiknya besanku." Ia mengangguk-angguk. Ia tentu tahu lah perkembangan Adhi. Lelaki yang dulu pernah ia suka. Hal yang membuatnya tersenyum kecil. J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD