"Halo, Kak!" "Oh, hai, Ta." Tata nyengir. Ia sudah mirip ulat bulu kalau berhadapan dengan lelaki ini. Hahahaa. Bayangkan deh, dari zaman SMP loh ia mengejar cowok ini. Sampai sekarang hanya bisa jadi pengagum rahasia. Menyakitkan memang. Begitu masuk kuliah eeh satu fakultas dong. Ia tak tahu karena lelaki ini tak punya semacam media sosial. Dan lagi, ah panjang lah kalau harus diceritakan. "Kenzie!" Ada gadis lain yang memanggil dari kejauhan. Ohoo ia tentu sangat kenal. Lihat deh raut wajahnya sudah tak suka dengan keberadaan Tata. Hahaha. Karena tahu kalau Tata suka pada cowok ini. "Duluan ya, Ta." Tata mengangguk. Ia masih menatap punggung yang kian menjauh itu. Tentu sudah berbeda penampakannya dibandingkan dulu saat cowok itu masih SMA dan Tata masih SMP. Karena cowok itu sed

