"Aku gak tahu, Gal." Itu jawaban Fadiya kemarin. "Tapi boleh, aku minta kesempatan?" Fadiya tak menjawab. Karena ya dalam posisi yang juga bingung bagaimana menanggapinya. Meski tanpa jawaban, Gala ya setelah tiga hari berlalu, memutuskan untuk maju saja. Selama ini ia sangat takut mengambil resiko kan? Karena takut ditolak Fadiya. Akhirnya, ia datang ke rumah orangtuanya Fadiya. Karena dihari biasa alias bukan hari kerja, rumah itu tampak sepi. "Ibu sama Bapak di rumah dinas, Mas Gala." Ya dikira mau bertemu mereka kali ya. Hahaha. Mana bawa buah pula. Ia malu kalau bawa bunga. "Diya ada?" "Mbak Diya baru aja pulang. Mau ketemu Mbak Diya?" "Tolong ditanyain dulu aja, Bi. Biar saya tunggu di teras saja." Diiyakan oleh si pembantu. Fadiya memang terkadang tinggal di rumah ini. Ka

