Perbincangan mereka, atau lebih tepatnya perdebatan mereka terhenti setelah keduanya menemukan kesepakatan. Gendis meminta perlindungan untuk membuatnya nyaman. Tentu saja dengan sedikit menodong Sanjaya bahwasanya dia bisa kabur malam itu juga agar semua rencananya berantakan. Ini hanya gerutukan, Gendis tidak akan benar-benar melakukannya. Ia berpikir Sanjaya akan menjadikan ini lelucon lalu berkata “silakan saja jika kamu akan pergi” tapi faktanya lelaki itu menyutujui tanpa banyak perdebatan. Sulit dimengerti. Yang butuh Gendis, yang di ayomi juga Gendis. Betapa dia merasa dirinya istimewa saat ini. Namun tanpa Gendis ketahui, rencana ini bercabang jauh lebih dari sekedar menjalankan misi mengeluarkan dirinya. Manusia malang yang tersesat. Namun sebuah dendam yang masih mengakar

