Bab 22

1046 Words

Aku selalu update pagi ya wkwkw *** "Terimakasih atas pujiannya, tapi kenapa Kak Anya diam-diam menemui Davian. Bukankah orang itu harus Kak Anya waspadai, dan tadi ... Apa benar kalau Davian itu mantan Kak Anya?" Pertanyaan bertubi-tubi itu dilayangkan kepada Anya. Sudah dia duga kalau akan seperti ini akhirnya. Mengingat Yohan yang ternyata mengikuti dirinya diam-diam. Anya sama sekali tidak sadar ketika Yohan datang tiba-tiba. Bahkan Anya sekarang masih terkejut, dan mencari celah jawaban yang tepat untuk dia berikan pada Yohan, agar tidak salah paham. Mereka sampai di parkiran Mall, dan ternyata Yohan gak sendiri. Ada dua temannya yang kembar itu ikut dan menyapa Anya. "Halo Kak Anya," sapa Erik. Anya hanya tersenyum, namun tangannya jadi sasaran empuk Yohan yang bertanya tanpa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD