Bab 92

1621 Words

Oke Jelita. Kalau kamu emang sudah menemukan pria yang kamu cintai, aku nggak akan berkomentar lagi. Setelah kita berpisah nanti, kamu bebas melakukan apapun yang kamu inginkan. Kalimat itu terus terngiang dalam pikiran Jelita di tengah langkah kakinya yang memasuki rumah. Ketika ia akhirnya melewati pintu rumah, dalam sekejap tubuhnya langsung terdiam kaku dan berhenti melangkah. Matanya menatap lurus kedepan dengan wajah yang masih penuh dengan airmata, namun ekspresi wajahnya saat ini berubah syok dan nampak sangat terkejut. “I…i..ibu,” ucap Jelita nampak terbata-bata dan gugup. Leo yang masih berdiri di tangga teras rumahnya tentu saja ikut terkejut mendengar perkataan Jelita. Ia segera melangkah cepat menyusul Jelita memasuki rumah. Ketika posisi tubuh Leo sudah berada tepat di be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD