Bab 20 – Bunga yang Layu di Tangan Aksa

801 Words

Rumah itu sunyi. Bahkan lebih sunyi dari biasanya. Aksa berdiri di ruang tamu, memandangi meja kayu tempat vas bunga itu diletakkan. Bunga putih yang dulu segar dan mekar sempurna, kini layu. Kelopaknya mulai mengerut, berubah kecokelatan di tepiannya. Batangnya merunduk lemah, seolah lelah mempertahankan hidup. Ia menyentuh kelopak bunga itu perlahan, hati-hati, seperti takut merusaknya lebih jauh. Padahal, bunga itu sudah mati sejak beberapa hari lalu. Ia membelinya sebagai isyarat damai, sebagai permintaan maaf yang tak sempat terucap. Tapi bunga itu menua dalam kesia-siaan, seperti harapannya yang tak pernah tersampaikan. Tiara sedang di kamar, menidurkan bayi mereka. Aksa bisa mendengar suara lirih perempuan itu bernyanyi, tetapi nadanya berat. Dingin. Hubungan mereka tak pernah be

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD