Bola mataku sibuk bergerak kesana kemari mengikuti gerakan dua orang itu yang sangat cepat. Mataku bahkan tidak bisa melihat mereka dengan begitu jelas, hanya tampak seperti kelebatan-kelebatan bayangan yang dua orang yang terus berganti. Baik Jayden atau kakek tua itu sama-sama tangguh, tidak ada satupun yang terluka ataupun terjatuh akibat serangan satu sama lain. "Tenang saja, tidak akan ada yang mati. Lebih baik kau perhatikan mereka baik-baik, bagaimana dua orang itu bertarung." Jyordan yang tadi berdiri di dekat pohon kini berada di sampingku. Dengan menyilangkan kedua tangannya di d**a, dia menonton pertarungan itu dengan serius. "Kau masih bisa setenang itu? Aku bahkan tidak yakin bagaimana perasaanku sekarang melihat dua orang itu. Setelah mereka selesai, itulah giliranku yang

