BAB 118

1705 Words

Perlahan-lahan aku membuka mataku lalu mengerjap-ngerjapkannya, menyesuaikan dengan cahaya yang sangat terang. Aku sepertinya sudah berada di kamarku, kamar yang Elisiya berikan untukku selama aku berada disini. Kamar yang sebagian dindingnya ini berpanel kayu dengan lantai marmer yang mewah dan langit-langit kamar yang bergaya molding gypsum dan kayu dengan motif yang unik. Aku memandangi langit-langit kamar itu selama beberapa menit dan memikirkan apa saja yang kulalui hari ini. Aku tidak tahu sudah berapa lama dalam kondisi pingsan seperti ini tapi tubuhku tidak merasakan sakit sama sekali, atau saat ini aku sedang mati rasa? Entahlah saat ini aku benar-benar tidak mau beranjak dari tempatku saat ini. Masih teringat jelas sosok yang menyeramkan itu saat aku mencoba untuk mengendalikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD