BAB 127

1535 Words

Kacamata hitam bertengger menghiasi wajahku karena sudah lima jam berlalu tapi warna mataku belum berubah sama sekali. Hal ini membuatku semakin bersikap uring-uringan dan memarahi siapa saja yang membuatku sedikit kesal. Selain itu, aku juga menunggu Dean dan timnya datang kemari untuk berlatih bersama. Aku sudah berjanji padanya untuk bertemu hari ini dan menunggu mereka dengan gelisah sambil mengetuk-ngetukkan kakiku dengan tidak sabar. “Mereka itu akan datang atau tidak?” tanyaku yang sudah ke sepuluh kali pada siapapun yang ada di dekatku. “Mungkin mereka sedang dalam perjalanan kemari, sabarlah,” Jayden sudah terdengar bosan karena menjawab pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali. “Aku harap mereka tidak datang saja, aku mulai menyesali mengucapkan ide itu pada Dean…” rutukku. “J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD