TJ 36

1105 Words

Keesokan harinya, Aldy bangun seperti biasa. Meskipun hari minggu, dia tetap rutin bangun pagi dan akan berlari kecil mengelilingi halaman rumah yang luasnya sebesar lapangan bola. Dari kejauhan, Maria yang tengah duduk sambil berbincang dengan Adinata memperhatikan Aldy yang entah sudah berapa putaran berkeliling. Angin pagi berhembus dingin karena cuaca sedikit mendung dan meniup pepohonan yang menimbulkan suara yang mendamaikan jiwa. Terdengar suara gemuruh dari langit dan perlahan semakin gelap pertanda akan turun hujan. Melihat langit yang kian gelap, Aldy menghentikan lari dan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang menikmati teh hangat. ‘Heh heh heh’ Deru nafas terdengar begitu jelas bersama keringat yang mengucur cukup banyak ditubuh tinggi dan berotot Aldy. Ditariknya kursi y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD